PONOROGO – Memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat berdampak pada situasi keamanan serta aktivitas penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 13 jamaah umroh asal Kabupaten Ponorogo sempat tertahan di Jeddah selama beberapa hari.
Situasi keamanan di Timur Tengah kian memanas usai eskalasi konflik kedua negara. Dampaknya, sejumlah bandara di kawasan tersebut sempat ditutup sementara dan dilakukan pengaturan ulang jalur penerbangan internasional.
Meski aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah tetap berlangsung aman, proses pemulangan jamaah terdampak kebijakan penutupan serta penyesuaian rute penerbangan.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo, Marjuni, menjelaskan 13 jamaah yang seharusnya kembali ke Tanah Air terpaksa mengalami keterlambatan dan overstaying selama tiga malam di Jeddah. Selama menunggu jadwal kepulangan, para jamaah menginap di penginapan sekitar bandara dan tetap dalam pengawasan penyelenggara perjalanan ibadah umroh.
Setelah situasi memungkinkan, para jamaah akhirnya diterbangkan ke Indonesia melalui Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umroh menyebut pemberangkatan ibadah umroh untuk sementara waktu ditunda hingga pemerintah pusat menyatakan kondisi di Timur Tengah kembali kondusif.

