Cegah Konvoi Suroan, Pesilat Dilarang Pakai Motor

KAB MADIUN– Peringatan 1 Suro dan Suran Agung di Madiun tahun ini nampaknya akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini pesilat dari seluruh penjuru tak terkecuali tuan rumah dilarang melakukan tradisi tahunan tersebut menggunakan kendaraan roda dua.

Larangan penggunaan kendaraan roda dua pada peringatan 1 Sura dan Suran Agung tahun ini digulirkan. Larangan tersebut disampaikan langsung Kapolres Madiun pada saat rapat koordinasi jajaran Muspika dan Kepala Desa se Kabupaten Madiun dalam rangka jelang Operasi Aman Suro tahun 2017.

Dalam operasi aman suro nantinya selain melibatkan aparat keamanan dari pihak TNI maupun Polri namun bentuk pengamanan kali ini juga melibatkan pihak desa dan Muspika Kecamatan.

Larangan penggunaan roda dua dan menggunakan kendaraan roda empat hal ini untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat terlebih di jalur basis tiap tiap perguruan yang dapat memicu konflik serta mengurangi angka laka lantas.

Kapolres Madiun, AKBP  I Made Agus Prasetya meminta peran serta pemerintah daerah utamanya di tingkat bawah baik desa kelurahan maupun pihak kecamatan agar ikut andil dalam mengkondisikan adat tradisi yang sudah berjalan sejak dulu di bulan Suro agar berjalan aman dan kondusif.

Penggunaan roda dua sejak dulu dianggap sering meresahkan selain banyaknya pelanggaran lalu lintas namun warga sekitar yang berada di jalur lintas konvoi merasa takut jika sewaktu waktu terjadi konflik apalagi tak sedikit dari mereka yang menggunakan knalpot tidak standart.

Rencaanya tradisi ziarah Sura akan dilaksanakan oleh persaudaraan setia hati terate pada tanggal 20-21 September. Sedangkan dari persaudaraan setia hati  tunas muda winongo akan menggelar Suran Agung pada tanggal 8 Oktober. Dua agenda inilah yang menjadi atensi Kepolsian, TNI dan Pemerintah Daerah.

READ  Pabrik Minuman Setan Diobrak Abrik Polisi

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment