Jangankan Padi, Tanam Jagung Saja Tak Sanggup

MAGETAN– Tidak hanya krisis air bersih musim kemarau juga berdampak pada kekeringan areal pertanian atau sawah. Di Kecamatan Parang ratusan hektar sawah kering tak bisa digarap. Air di embung desa setempat juga tidak mencukupi kebutuhan para petani.

Hamparan area persawahan yang berada di Desa Joketro Kecamatan Parang Kabupaten Magetan sungguh mengenaskan. Sejak musim kemaru tiba areal persawahan yang biasa ditanami padi ini menjadi kering kerontang.

Petani desa setempat tidak bisa lagi menggarap sawah untuk menanam jagung saja yang nota bene tidak membutuhkan banyak air seperti padi mereka tidak berani. Pemilik lahan hanya bisa memanfaatkan rumput kering buat pakan ternak.

Salah satu warga desa setempat, Solikin mengatakan kondisi seperti ini selalu dialami petani setempat setiap tahunnya saat masuk musim kemarau. Hal ini disebabkan karena air di embung Joketro tidak mampu mencukupi kebutuhan air para petani untuk menggarap sawahnya.

Harapan para petani agar pemerintah kabupaten untuk membangun sumur dalam di dekat lahan pertanian juga tidak kunjung terealisasi. Pantauan jtv di lapangan, debit air di embung Joketro mengalami penurunan drastis. Sehingga air  tidak bisa mengalir ke saluran irigasi areal persawahan petani. Air yang ada hanya mencukupi kebutuhan petani dekat lokasi embung.

 

Komentar
READ  Diduga Sakit, PNS Ditemukan Tewas Membusuk

Baca Juga

Leave a Comment