Upahnya 100 Ribu Untuk Mengais Pasir Sungai Grindulu

PACITAN-Potensi alam menjadi sandaran hidup bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Pacitan. Tak terkecuali masyarakat di Desa Tambakrejo, Pacitan. Sebagian dari mereka menggantungkan hidup dari butiran pasir di aliran sungai Grindulu. Melalui penambangan tradisional mereka berusaha keras menghidupi keluarganya.

Setiap hari daerah aliran sungai Grindulu di Desa Tambakrejo ini jadi tempat mengais rezeki sebagian masyarakat desa setempat. Salah satunya adalah paimin dan keluarganya. Selama puluhan tahun kakek berusia 75 tahun ini menggantungkan hidupnya dari butiran pasir sungai Grindulu.

Di temani istrinya menambang pasir secara tradisional tanpa bantuan peralatan memadai. Paimin bertugas menggali memisahkan antara batu dan pasir sedangkan istrinya mengumpulkan butiran pasir dalam satu tempat yang mudah dijangkau kendaraan.

Dua hari bekerja Paimin biasanya baru berhasil mengisi satu truk penuh dengan upah sekitar 100 ribu rupiah. Meski tak sebanding dengan keringat yang dikucurkan namun pekerjaan ini menjadi sandaran hidup bagi keluarga tercintanya.

Selain Paimin ada 40 lebih kepala keluarga di Dusun Kwaron Desa Tambakrejo Pacitan menggantungkan hidupnya dari menambang pasir. Meskipun harga jual material  pasir tak seberapa namun warga setempat tak pernah mengeluh dan terus berjuang demi kelangsungan hidup keluarganya.

 

1,063 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar
READ  Tabrak Pohon Mangga Pemotor Meninggal Dunia

Baca Juga

Leave a Comment