Tradisi Unik, Warga Gelar Wayang Krucil

NGAWI – Warga Desa Pelem kota Ngawi, menggelar tradisi unik yang telah dipertahankan selama ratusan tahun. Mereka menggelar pertunjukan Wayang Krucil yang kini nyaris punah, selama semalam suntuk, .

Pertunjukan Wayang Krucil ini, digelar di Punden kelurahan Pelem kota Ngawi, sebagai bagian Tradisi Nyadran. Sejak sore, mulai dari anak hingga orang tua, asyik menonton Wayang Krucil. Ki Sungadi, Dalang wayang krucil asal Desa Selopuro kecamatan Pitu, kini tinggal satu satunya seniman Ngawi, yang menekuni Wayang Krucil. Keahliannya, diperoleh dari warisan keluarga, yang sudah 7 turunan menekuni Wayang Krucil.

Wayangnya, terbuat dari kayu yang telah diukir, menjadi berbagai karakter unik. Selama pertunjukkan, dalang diiringi musik gamelan sederhana, yang dimainkan hanya 5 orang saja. Diantaranya, Kendang, Gambang, Gong dan Saron. Saat pertunjukan wayang tidak ditancapkan di batang pisang, tetapi menggunakan kayu berlubang atau slanggan. Cerita yang dituturkan oleh dalang, berlatar belakang era kerajaan di Tanah Jawa, mulai dari Kerajaan Pajajaran hingga  Kerajaan Mataram.

Pagelaran wayang krucil di Desa Pelem, telah dilakukan selama ratusan tahun, dan  digelar hingga semalam suntuk.

Kalah populer dengan wayang kulit, pagelaran wayang Krucil, kini semakin langka. Meskipun sekali pertunjukan biayanya hanya sekitar 3,5  juta rupiah, tak banyak warga yang menggunakan jasanya, sehingga nasib seniman wayang krucil kini di ujung tanduk.

Komentar
READ  Tabrak Bus, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

Baca Juga

Leave a Comment