Harga Cabai Anjlok, Modal Petani Tak Kembali

KAB MADIUN- Petani cabai di Kabupaten Madiun merugi  jutaan rupiah akibat harga cabai merah keriting justru anjlok pada musim panen raya. Hal ini dikarenakan pasokan berlebih ke sejumlah pasar tradisional.

Musim kemarau tahap dua atau mk 2 di tahun ini nampaknya menjadi momok besar bagi para petani cabai di Kabupaten Madiun. Cuaca panas dan panen cabai merah keriting merah yang melimpah yang diharapkan mampu mendatangkan keuntungan besar justru mereka malah mengalami kerugian jutaan rupiah.

Petani cabai merugi akibat harga cabai merah keriting anjlok drastic. Hal ini dikarenakan pada bulan Mei lalu di saat cuaca labil banyak petani padi yang beralih menanam cabai sehingga di saat musim panen raya ini pasokan cabai menumpuk di sejumlah pasar tradisional.

Salah satu petani cabai di Desa Kaibon Kecamatan Geger, Zainal Arifin mengaku saat ini harga cabai dari petani ke tengkulak hanya laku 7- 8 ribu rupiah perkilo. Harga itu termasuk jauh dari kata ideal, harga cabai dari petani mencapai 12- sampai 15 ribu perkilogram nya.

Di musim kemarau ini Zainal Arifin mampu memanen cabai merah keriting seberat 4 ton dari luasan lahan sekitar setengah hektar. Namun Zainal mengaku rugi jutaan rupiah sebab modal yang dikeluarkan untuk biaya pembibitan  pemeliharaan hingga pemetikan masa panen tak sebanding dengan hasil penjualan cabai.

Komentar
READ  Berbagai Olahan Disajikan Dalam Festival Durian

Baca Juga

Leave a Comment