Balita 2 Bulan Derita Paru Dan Jantung Bocor

NGANJUK – Kemiskinan dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan membuat dua anak di Nganjuk hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, satu diantaranya yang masih balita dalam kondisi sakit inveksi paru paru. Sementara satu lagi kebocoran jantung. Keduanya langsung di evakuasi oleh pemerintah ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Siapa yang tak tega saat melihat kondisi fisik Muhamad Jazuli yang baru berumur 2 bulan warga desa Kedungombo kecamatan Tanjung Anom Nganjuk. Betapa tidak anak pasangan dari Muhamad Markam dan Rubingah ini sejak lahir sudah memiliki sakit inveksi di bagian paru parunya.

Akibatnya Jazuli susah saat bernafas bahkan mulut selalu terbuka dengan perut membesar saat bernafas. Tak hanya itu saja Jazuli juga dinyatakan sebagai balita gizi buruk.

Tepat disisi kanan rumah Jazuli terdapat Muhamad Selamet 13 tahun yang tak kalah ironis, anak dari pasangan Wagiman dan Katemi ini divonis dokter ada kebocoran dibagian jantungnya.

Selametpun lumpuh dan tak mampu berbicara, hanya bisa tertidur di ranjang tanpa bisa berbuat apa apa. Makan minum selalu di suapi, kondisi fisiknya pun semakin kurus.

Kedua anak tersebut terlahir ditengah keluarga miskin, meski sudah pernah di obatkan di puskesmas dan rumah sakit namun tidak begitu membuahkan hasil kerena terkendala biaya hingga kembali pulang tanpa ada perubahan yang berarti.

Nampaknya pemerintah terketuk hatinya dan langsung mendatangi dan mengevakuasi kedua anak malang tersebut ke Rumah Sakit Umum Nganjuk guna observasi dan perawatan lebih lanjut.

Melalui Ketua Gerakan Pengentasan Gizi Buruk atau Gentasibu, Ita Taufiqurrahman keduanya mendapatkan perawatan intensif dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah.

Kedua orang tua si anak berharap pemerintah terus memperhatikan nasib warga kurang mampu dengan mengobatkan anaknya hingga sembuh dan gratis.

READ  Hmmmm.. Nikmatnya Buah Durian Manis Pahit

 

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment