Pelepah Pisang Disulap Jadi Kaligrafi

PACITAN – Pelepah pisang yang umunya hanya di buang, kini bisa di manfaatkan menjadi kerajinan bernilai ekonomis. Seperti yang di lakukan salah satu pria yang juga berprofesi sebagai pedagang sapi ini. Pelepah pisang yang mengering, dapat di buat menjadi lukisan yang kreatif.

Pelepah pisang yang mengering biasanya hanya di biarkan begitu saja dan tidak mempunyai manfaat bagi masyarakat. Namun tidak bagi, Muhamad Syafi’i, warga dusun Tlogo desa Klesem kecamatan Kebonagung Pacitan. Di tangan pria yang saat ini juga berprofesi sebagai pedagang sapi, pelepah pisang yang mengering, bisa  di olah  sehingga menjadi  produk   yang  bernilai  ekonomis.

Dengan menggali ide kreatif, pria jebolan Pondok Pesantren Al-Falah di kota Blitar ini mencoba memanfaatkan pelepah pisang yang mengering sebagai media lukisan kreatif.

Cara membuatnya pun terbilang cukup rumit, karena selain bahanya yang mudah tersobek. Pemilihan warna pelepah pisang yang tepat juga menjadi penentu hasil lukisan dan kaligrafi yang di buat. Tidak hanya pepelah pisang saja, daun pohon pisang pun juga dapat di terapkan dalam kaligrafi unik ini. Setelah pola lukisan kaligrafi terbentuk, barulah kaligrafi setengah jadi ini di tempel pada media papan berwarna hitam guna menjaga warna kontras pada kaligrafi.

Kaligrafi yang selesai di tempel, membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk proses pengeringanya. Lalu, setelah lukisan di berikan bingkai pigura, kemudian kaligrafi unik ini di poles menggunakan cat penggilap warna agar lebih menarik.

Sejauh ini, kaligrafi karya Syafi’i baru di jual kepada tetangga sekitar rumahnya . Dengan di banderol harga mulai dari 20-80 ribu rupiah, bapak 2 anak ini berencana untuk melejitkan usaha kreatifnya ini.

Komentar
READ  Praktik Tambang Pasir Di Kelurahan Ploso Ilegal

Baca Juga

Leave a Comment