Warga Lereng Wilis Lakukan Kirab Buceng Robyong

TULUNGAGUNG – Sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan masyarakat lereng Gunung Wilis Sendang kabupaten Tulungagung . Ratusan warga melakukan kirab Buceng Robyong hasil bumi. Dalam dalam tradisi Grebek Suro ini warga melakukan ritual doa menurut keyakinan Hindu di Candi Penampihan , yang diyakini merupakan lokasi Persemedian para Raja Jawa terdahulu.

Warga Penampihan di lereng Gunung Wilis, desa Geger kecamatan Sendang kabupaten Tulungagung menggelar arak-arakan hasil pertanian yang menjadi tumpuan kehidupan mereka selama ini atau Buceng Robyong. Tradisi turun temurun ini biasa disebut warga kirab Buceng Robyong. Dalam kirab ini warga penampihan dengan mengenakan pakaian prajurit dan abdi dalem pada masa dulu mengarak tumpeng berupa nasi dan ayam ingkung, serta aneka tumpeng yang terbuat dari aneka sayur mayur yang merupakan hasil bumi warga setempat yang mayoritas sebagai petani. Iring-iringan tumpeng menuju ke Candi Penampihan di mana situs tertua dari jaman Mataram Hindu berada.

Saat tiba di lokasi Candi, para peserta arak-arakan melakukan ritual doa menurut keyakinan hindu. Yang diyakini masyarakat bahwa Candi Penampihan merupakan lokasi Persemedian para Raja Jawa. Di sinilah awal kebijaksanaan dan kepemimpinan, awal mula dari kesejahteraan warga di pegunungan.dalam ritual ini juga warga melarung hewan seperti burung itik serta ikan ke sungai kecil yang dialiri sumber mata air dari lereng gunung wilis.

Sudar salah satu sesepuh desa mengatakan, Ritual Grebeg Suro ini bentuk syukur dan kebersamaan masyarakat penampihan. Arak-arakan sayur mayur ditujukan untuk memamerkan hasil pertanian. Di mana masyarakat penampihan secara turun temurun hidup dari menanam sayur mayur.

Setelah di lakukan diberi doa, acara di akhiri dengan merebutkan tumpeng oleh warga.

READ  Bank Indonesia, Potensi Pariwisata dorong pertumbuhan Ekonomi

 

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment