Pawai Obor dan Wayangan Ala Desa Durenan

Peringatan tahun baru 1439 hijriyah atau Bulan Suro masih terasa di Desa Durenan Kecamatan Sidorejo Magetan. Pemerintah desa setempat di bawah kepemimpinan Marno menggelar acara pawai obor dan wayangan di makam leluhur ronggo galih desa setempat.

Iring-iringan pawai obor yang diikuti warga desa setempat mengawali acara budaya. Kepala Desa Durenan Marno mengatakan, pawai obor dimaknai sebagai sebuah cahaya yang menerangi perjalanan hidup dan kebersamaan antar warga desa dengan perangkat desa setempat.

Rombongan pawai obor yang diikuti dari kalangan dewasa hingga anak-anak ini memasuki area Makam Ronggo Galih yang dilanjutkan dengan acara sungkeman atau ziarah di salah satu makam tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Magetan tersebut.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi acara utama yang ditunggu-tunggu masyarakat. Kali ini mengundang dalang Ki Alex Sabdo Utomo dari Ngawi dengan lakon Bimo Suci.

Penyerahan salah satu tokoh pewayangan oleh Camat Sidorejo Secondany Budi ke dalang Ki Alex menandai dimulainya pagelaran wayang semalam suntuk di Makam Ronggo Galih.

Tidak hanya warga desa saja acara pagelaran wayang ini juga dihadiri seluruh Kades di wilayah kecamatan Sidorejo dan Forkopimca setempat.

Kades Durenan Marno menjelaskan, pagelaran wayang tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah desa untuk melestarikan budaya jawa di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Pagelaran wayang kulit di Makam Ronggo Galih merupakan agenda rutin pemerintah desa setempat yang digelar setiap awal bulan Suro. Selain sebagai upaya melestarikan budaya khas jawa setiap rentetan acara yang dilakukan bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan sinergitas antara warga dan pemerintah desa sehingga bisa mempermudah merealisasikan setiap program pembangunan.

 

Komentar
READ  Kemeriahan Kirab Gunungan Tumpeng Bersih Desa Buduran

Baca Juga

Leave a Comment