Ulama NU Tanggapi Positif Pemutaran Film G30S/PKI

MADIUN – Peristiwa madiun 1948 dan pemberontakan G30S/PKI 1965 menjadi bukti betapa hebatnya ancaman komunisme di indonesia. Instruksi pemutaran film G30S/PKI mendapat respon positif, karena banyaknya korban yang berjatuhan akibat kekejaman pki terhadap para kyai yang ada dimadiun raya, menjadi sejarah tak terlupakan bagi ulama Nahdatul Ulama di Kota Madiun .

Kekejaman dan Kebringasan Partai Komunis Indonesia terhadap para Kyai se Madiun Raya akan terus di ingat oleh para Ulam Ulama se Madiun Raya. Pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1948 itu merupakan peristiwa kelam yang telah merenggut banyak nyawa ulama dan tokoh-tokoh agama.

Pembantaian secara tidak manusiawi yang dilakukan PKI yang dipimpin oleh Muso di Madiun, turut menyisakan sejarah pahit bagi keluarga korban, salah satunya ulama Nahdlatul Ulama Kota Madiun,  Musofa Izzudin. Sedikitnya 5 dari saudaranya tewas karena disiksa oleh PKI, bahkan hingga kini masih ada salah satu dari saudaranya yang jasadnya belum ditemukan .

Lima saudara Musofa Izzudin yang terbunuh dengan cara disiksa oleh anggota pki pimpinan muso yakni Kyai Haji Sulaiman Afandi, Kyai Haji Barokah, dan Kyai Haji Sofwan serta kedua putranya  yaitu Kyai Zubeir dan Kyai Bawani dikubur hidup bersama-sama. Peristiwa 69 tahun silam tak akan pernah pupus dari benak tokoh agama dimadiun, hal itu menjadi bagian sejarah kelam perjalanan bangsa indonesia .

Dengan adanya instruksi pemutaran film G30S/PKI  ditanggapi positif karena peristiwa 1948 merupakan  sejarah penting bangsa ini dan agar tidak terlupakan,  terutama bagi generasi muda .

Dengan adanya instruksi nonton bareng film G30S/PKI dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berharap agar kekejaman PKI, dan juga faham komunisme tidak akan tumbuh dan berkembang di indonesia, sehingga masa kelam 30 September tidak terulang kembali.

READ  Aroma Tak Sedap Rekrutmen, Warga Lurug Kantor Desa Padas

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment