Gabungan Advokad Tidak Terima Kasus KIR Di SP3

MAGETAN – Rupanya ada pihak yang tidak terima dengan SP3 yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Magetan, dalam kasus korupsi kawasan industri rokok. Gabungan advokat anti korupsi mempraperadilkan Kejari Magetan karena dianggap SP3 tersebut tidak memenuhi rasa keadilan.

Sidang Praperadilan kasus korupsi lahan kawasan industri rokok atau KIR Bendo Magetan ini digelar di Pengadilan Negeri Magetan dengan hakim tunggal Michael. Gabungan advokat dan penasehat hukum anti korupsi mengajukan Praperadilan terhadap Kejaksaan Negeri Magetan yang menerbitkan SP3 atas kasus korupsi KIR.

Pemohon berasalan dengan penertiban SP3 atas empat orang pejabat yang pernah jadi tersangka korupsi KIR dianggap tidak memenuhi rasa keadilan. Karena menghentikan kasus sebelum ada kepastian hukum atau inkracht.

Sementara itu, Kejari Magetan atau termohon yang diwakili oleh Sugiyanto menyatakan bahwa pemohon tidak punya legal standing dalam kasus tersebut. Ia memastikan SP3 yang dikeluarkan sudah sesuai perundang-undangan karena tidak ditemukan alat bukti yang cukup untuk menyeret tersangka lain.

Di ketahui empat pejabat lingkup Pemkab Magetan yaitu mantan asisten 1 Pemkab Magetan Suwaji, mantan kepala Disperindag, Venly Tomi Nicolas, Kabag Pemerintahan, Eko Muryanto dan Awang Arifaini Rudin pejabat Disperindag sempat ditetapkan jadi tersangka dugaan korupsi lahan KIR dan ditahan di rutan Magetan.

Namun keempat orang tersebut bebas setelah menang di Prapradilan. Belakangan Kejari Magetan mengeluarkan SP3 atas keempat pejabat itu.

 

Komentar
READ  Anak Yuni Berada di Sampingnya Saat Karmi Dibunuh

Baca Juga

Leave a Comment