Soal Proyek Sayap Jembatan, BPD Labrak Kades

NGANJUK – Sejumlah orang dari badan permusyawaratan desa atau BPD di Nganjuk mendatangi kantor desa setempat memperotes adanya dugaan penyalahgunaan anggaran desa yang dilakukan oleh kepala desa setempat dalam pengerjaan sayap jembatan.

BPD Desa Kedung Glugu Kecamatan Gondang mendatangi kentor kepala desa setempat guna menemui dan memprotes Istikomah selaku kepala desa setempat. Sumarsono sekretaris BPD mengaku pihak kepala desa diduga melakukan kesalahan dengan memark – up anggaran pembangunan sayap jembatan desa dengan alokasi dana dari sebesar 91 juta namun pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Seharusnya pembangunan sayap jembatan menggunakan dua sisi cor beton di bagian pondasi namun pondasi itu tidak dibangun. Bahkan pembangunan sempat berhenti selama sebulan sehingga memunculkan kecurigaan.

Diduga pembangunan hanya memakan dana sebesar 30 persen saja dari dana 91 juta. Pihak BPD menduga sisa dana dibawa oleh kepala desa. Tak hanya itu semula pembangunan disepakati dalam musyawarah desa adalah pembangunan rehap jembatan secara total namun tiba tiba dalam rancangan kerja pembangunan dirubah menjadi bangunan sayap jembatan/ tanpa ada pemberitahuan kepada pihak bpdBPD

Dari hasil klarifikasi kepala desa Istikomah mengaku yang dituduhkan oleh BPD tidak seluruhnya benar. Sebab pembangunan jembatan itu masih dalama proses pembangunan dan berhenti sementara karena terkendala tukang.

Target selesainya hingga akhir bulan september, pihaknya akan kembali meneruskan pembangunan sayap jembatan hingga rampung sesuai dengan permintaan masyarakat, serta pihak desa akan mengembalikan sisa dananya kepada pelaksana kegiatan.

Komentar
READ  Ngabuburit Di Sungai, 2 Remaja Tewas Tenggelam

Baca Juga

Leave a Comment