Inilah Pengakuan Si Golok Maut Setelah Tertangkap

NGAWI – Kasus pembacokan  pemuda  asal Jogorogo Kabupaten Ngawi terhadap calon istri dan keluarganya mulai terkuak. Emosi pelaku tak terkendali saat mengunjungi rumah calon mertua karena ada  anggota keluarga calon istri yang tidak merestui pernikahan.

Muh Mudiono alias Mahmudi pemuda asal Desa Macanan Kecamatan Jogorogo Ngawi kini diamankan di Polres Ngawi. Pemuda berumur 30 tahun itu disergap oleh polisi di warung milik Sugi warga Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo saat sedang makan.

Pelaku sempat kabur dan bersembunyi di dalam hutan lereng Gunung Lawu setelah membacok Neni Agustin calon istri dan tiga anggota keluarganya dengan sebilah golok. Kasus pembacokan Neni Agustin gadis yang berumur 16 tahun dilatar belakangi dendam.

Kisah asmara dua pasangan beda usia tersebut dimulai beberapa bulan lalu. Anak pasangan Sujarno dan Sumiyati sempat dibawa kabur dari rumah selama tiga hari sehingga berujung pelaporan oleh keluarganya kepada Polsek Jogorogo. Setelah pulang dan dimediasi pihak berwajib pelaku bersedia menikahi Neni Agustin.

Pasca peristiwa itu Neni Agustin memutuskan menikah dan keluar sekolah dari MTS terpadu Al Firdaus. Satu bulan terakhir keduanya sudah mengurus administrasi pernikahan untuk bulan depan. Namun pelaku merasa dendam dengan pelaporan tersebut.

Puncaknya, emosi Muh Mudiono tak terkendali saat berkunjung di rumah calon mertuanya karena sebagian keluarga  menyatakan tidak setuju dengan pernikahan. Muh Mudiono kemudian kalap dan menyerang 3 orang dalam rumah yaitu Neni Agustin, Sumiyati dan Prawiro Sikas serta Sumiyem yang berada diluar rumah.

Atas perbuatannya Muh Muhdiono dijerat dengan pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Menindaklanjuti proses hukum pihak berwajib masih mencari golok yang dibuang oleh pelaku di dalam hutan.

READ  Diduga Konsleting Listrik, Rumah Warga Dero Ludes Terbakar

 

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment