Polisi Ciduk DPO Kasus Korupsi Bantuan Sapi

KAB MADIUN – Seorang DPO kasus dugaan tindak pidana korupsi kelompok ternak sapi diamankan Satreskrim Unit Tipikor Polres Madiun. Karena diduga telah melakukan penyimpangan dana konstribusi kelompok tani untuk digunakan keperluan pribadi, pelaku berhasil ditangkap dirumah saudaranya yang berada di pekanbaru riau.

Berakhir sudah pelarian hariyanto alias herek yang beberapa tahun ini berstatus daftar pencarian orang. Dengan wajah tertunduk lesu petugas Satreskrim Unit Tipikor Polres Madiun menggeleng warga desa Doho kecamatan Dolopo kabupaten Madiun tersebut ke ruang pemeriksaan.

Pelaku berhasil ditangkap di rumah saudaranya yang ada di Pekanbaru Riau, setelah tiga kali mangkir dari panggilan. Hariyanto diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan atau penggelapan uang dana kontribusi kelompok mulai dari tahun  2009 hingga tahun 2011 dalam program pengembangan perbibitan sapi Brahman Cross ex impor dari Ditjen peternakan.

Sesuai kesepakatan setelah anggaran bantuan sosial turun, anggota kelompok sepakat memberikan konstribusi bersama dan  dikumpulkan kepada Hariyanto selaku Bendahara Kelompok Ternak, dana tersebut terkumpul mulai 2009 hingga 2012 sekitar 132.850 juta rupiah dengan tujuan digunakan untuk modal usaha kelompok dalam mengembangkan perbibitan ternak sapi Brahman,  namun dana yang sudah terkumpul tersebut nalah digunakan untuk kepentingan pribadi. Parahnya pelaku juga telah menjual 3 ekor sapi induk Brahman Cross milik kelompok ternak Taruna Jaya desa Doho kecamatan Dolopo dengan nilai jual sekitar 24 juta rupiah.

Sedikitnya sudah ada 15 saksi yang sudah diperiksa, untuk penyidikan lebih lanjut pelaku ditahan, di Mapolres Madiun atas tindakannya pelaku dikenakan pasal tentang  pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda sebesar 1 milyar rupiah.

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment