Gas LPG Langka, Komisi B DPRD Magetan Lakukan Sidak

MAGETAN –  Menindaklanjuti laporan warga mengenai keberadaan Gas Elpiji 3 kilogram bersubsidi di bulan September ini yang mengalami kelangkaan atau kekurangan pasokan, yang cukup mengganggu kebutuhan masyarakat. Dan terjadi kenaikan yang melebihi harga eceran tertinggi atau HET yaitu dikisaran harga 19 sampai 22 ribu.

Ketua dan para anggota komisi B DPRD Magetan menggelar inspeksi mendadak atau sidak dengan menyisir dari bawah mulai dari pemakai rumahan, warung-warung penjual kaki lima, pangkalan-pangkalan resmi , agen dan SPBE di wilayah kabupaten magetan.

Suratman ketua komisi B mengatakan, dari hasil sidak kali didapatkan bahwa masyarakat pengguna ada 2 yaitu pedagang kali lima dan masyarakat umum. Para pedagang kaki lima mengaku ada kesulitan mendapatkan gas elpiji, beberapa minggu terakhir. Dan harganya rata-rata diatas 20 ribu dan masyarakat juga tidak jauh berbeda.

Politisi partai Golkar ini menuturkan, di pengecer non pangkalan mengaku pasokan mengalami kekurangan, kemudian pihaknya menjual di kisaran harga 19 ribu sampai 21 ribu tergantung pasokannya.

Dalam waktu dekat semua unsur distribusi gas Elpiji bersubsidi akan diundang untuk melakukan rapat guna  membahas hal tersebut. Harapannya dibulan Oktober tidak terjadi kelangkaan gas Elpiji lagi dan tidak ada penjualan diatas harga HET. Apabila diketahui masih dengan harga tersebut, pihak DPRD akan mengambil tindakan sesuai dengan kewenangan bersama sama dengan pemerintah daerah.

Komentar
READ  RSUD Kota Madiun Ajak Masyarakat Menjaga Kesehatan Ginjal

Baca Juga

Leave a Comment