Tombak Kyai Balabar Dan Puluhan Pusaka Dibersihkan

KAB MADIUN – 60 pusaka Kabupaten Madiun yang tersimpan rapi di Pendopo Muda Graha dijamas, hal ini dilakukan  bertepatan dengan bulan suro yang dianggap sakral dan suci. Setiap setahun sekali,  pada bulan suro sebanyak 60 pusaka sejarah yang tersimpan disalah satu ruangan Pendopo Muda Graha dimandikan. Berbagai macam pusaka ini merupakan Asset Inventaris Pemerintah Kabupaten Madiun.

Yang memandikan pusaka inipun tak sembarangan orang, ritual sekaligus tradisi tahunan itu berupa Menjamas (Membersihkan) puluhan senjata itu dilakukan oleh para Abdi dalem Keraton Surakarta yang dipimpin Raden Tumenggung Haji Santo Siswoyo Dipuro,

proses jamasan itu dimulai dengan memanjatkan doa di dalam ruang puasaka, diatas meja sudah tersedia berbagai macam makanan atau yang biasa disebut Sajen. Kemudian puluhan pusaka berusia ratusan tahun itu satu persatu dikeluarkan dari ruang pusaka.

Cara mencucinya yakni, pusaka dimasukan ke dalam wadah berisi air  mengkudu,  sambil digosok menggunakan irisan jeruk pecel.  Tujuannya untuk menghilangkan karat pada lapisan keris.

Dari 60 pusaka yang disimpan,  ada lima pusaka utama yang memiliki nilai sejarah tinggi,  kelima pusaka tersebut,  yaitu dua Keris Kyai Kala Gumarang dan Kyai Baledono,  Serta Tombak Kyai Balabar dan Kyai Singkir, dan Wesi Towo (Tongkat Teken).

Ritual jamasan ini selain untuk membersihkan pusaka pusaka yang ada namun juga disisipkan doa supaya abdi negara Dikabupaten Madiun  mempunyai hati yang bersih, kelakuan yang bersih, dan karakter yang baik di dalam mengabdi kepada negara.

Komentar
READ  Suami Ini Pergoki Istrinya Berduaan Dengan PIL

Baca Juga

Leave a Comment