Bupati Kabur, Rencana Relokasi Berlangsung Ricuh

NGANJUK – Proses musyawarah antara Bupati dengan para korban bencana kebakaran di Nganjuk berlangsung ricuh. Sejumlah pemilik kios menolak untuk direlokasi ke tempat baru. Sementara Bupati tetap akan merelokasi sementara agar warga bisa kembali berjualan.

Proses mediasi untuk relokasi antara Bupati Nganjuk dengan para korban kebakaran di pasar Kertosono Nganjuk, berlangsung ricuh. Ratusan pemilik kios korban bencana kabakaran menolak untuk di relokasi ke tempat baru, yang rencananya di lapangan Banaran Kertosono Nganjuk, dengan jarak sekitar 200 meter.

Emosi warga dipicu karena Bupati meninggalkan tempat, dalam kondisi belum ditemukan titik temu antara pemerintah dengan para korban. Bupati meninggalkan tempat karena kondisi musyawarah tidak kondusif.

Sejumlah warga mengamuk dengan membentak bentak dan menuding para pejabat pemerintahan. Warga menilai pemerintah nganjuk tidak mendengarkan aspirasi warga.

Menurut Jakfar, salah satu warga, ia meminta agar pemerintah tidak merelokasi ke tempat baru, namun meminta secepatnya untuk membersihkan material kebakaran dan membangunnya kembali, sehingga warga tetap bisa berjualan di tempat semula dengan titik kios yang sama. Bila di reloaksi warga takut barang dagangannya tidak laku dan tidak ada pembeli yang datang ke lokasi relokasi.

Sementara kepala bidang pasar dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Nganjuk mengaku. Dari hasil rapat dengan bupati, pihak pemerintah akan tetap melakukan relokasi sementara di lapangan desa banaran. Sebab bila dipaksakan berjualan di pasar pasca kebakaran, akan membahayakan para penjual, dan mengganggu lalu lintas.

Komentar
READ  Ruwatan Massal, Sucikan Diri Dari Gangguan Mahluk Halus

Baca Juga

Leave a Comment