Biyuh, Setahun Janda Muda Bertambah 1.400 Orang

KAB MADIUN – Dari tahun ke tahun jumlah janda muda di Kabupaten Madiun terus bertambah banyak. Terbukti Pengadilan Negeri Agama Kabupaten Madiun sedikitnya memutus perkara perceraian sebanyak 1400 – 1500 orang dan mayoritas usia mereka sekitar 25 – 35 tahun.

Sesuai data jumlah angka perceraian yang diputus pengadilan agama setempat terus bertambah. Jika di tahun 2012 lalu sebanyak 1242 kasus, ditahun 2016 silam sebanyak 1487 kasus atau hampir 1500 orang yang bercerai. Sedangkan untuk tahun 2017 ini meski baru memasuki bulan Oktober warga Kab Madiun yang bercerai sudah tembus 1200 kasus lebih.

Ketua Pengadilan Agama Kab Madiun, Kafit, mengaku angka perceraian yang terus meningkat ini memang cukup memprihatinkan. Dari data yang ada tercatat faktor utama perceraian didasari oleh faktor ekonomi.

Jumlahnya sebanyak 522 kasus. Dari kasus ini didominasi oleh salah satu dari mereka pergi ke luar negeri mencari nafkah. Namun, bukannya mendapatkan modal untuk membangun keluarga justru  mereka bercerai setelah berpisah lama.

Faktor yang kedua adalah pernikahan dini dan ketidak cocokan sebanyak 457 kasus dan faktor lainnya adalah karena kekerasan dalam rumah tangga dan cacat biologis. Parahnya lagi pemohon perceraian tidak hanya warga biasa, namun banyak juga yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Pengadilan Agama meminta kepada pemerintah daerah dan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk ikut serta menekan angka perceraian ini. Dengan cara penyuluhan hukum sosialisasi pentingnya membangun rumah tangga dan pencerahan agama.

Karena dampak dari perceraian ini sangat buruk secara psikologis para pihak dan anak juga bisa berdamapak pada kehidupan di tengah masyarakat setempat.

Komentar
READ  Dekat Sekolah, Baliho Khofifah – Emil Disemprit Panwaslu

Baca Juga

Leave a Comment