Kasus Sepatu PNS Menyisakan Tunggakan 87 juta

MAGETAN – Selain bermasalah dengan hukum pengadaan sepatu PNS juga masih menyisakan tunggakan. Perajin mengaku tungggakan sepatu yang belum terbayar mencapai 87 juta rupiah.  Perajin sudah berusaha menagih ke SKPD yang bersangkutan namun belum juga dibayarkan.

Salah satu perajin kulit Magetan, Sugeng Wahyuono mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Magetan. Mereka mengajukan untuk hearing dengan DPRD karena ada tunggakan pengadaan sepatu PNS yang belum dibayar.

Menurut pria yang akrab dipanggil Wahyu dari total pengadaan sepatu PNS di lingkup Pemkab Magetan masih ada 518 pasang sepatu yang belum dibayar, yaitu sepatu yang diperuntukkan untuk pegawai RSUD dokter Sayidiman Magetan, nilainya 87 juta rupiah.

Dia mengadu ke dewan dan minta hearing karena selama ini upaya perajin menagih ke RSUD tidak membuahkan hasil. Sementara itu Dirut RSUD dokter Sayidiman Magetan Mahatma mengaku ia tidak pernah memesan sepatu ke perajin.

Pengadaan itu melalui Bappeda setempat sehingga ia tidak mempunyai kewajiban untuk membayar. Pengadaan sepatu PNS tahun 2014 dengan nilai 1,2 Miliar ini tersandung masalah hokum.

Kejaksaan Magetan menetapkan dua tersangka yaitu Ketua Asosiasi Perajin Kulit, Yusuf Ashari namun bisa bebas karena menang banding. Tersangka kedua adalah Sumarjoko yang menjabat sebagai kepala Bappeda Magetan saat itu. Saat ini Sumarjoko masih menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

 

Komentar
READ  Toyota Etios Masuk Selokan, Ini Nopolnya AE 473 NN

Baca Juga

Leave a Comment