Pakde Karwo : Pemimpin Baru Ojo Nyalahne Sing Lawas

KAB MADIUN – Wayang kulit yang digelar Pakde Karwo di kampung halaman nampaknya menunjukkan sinyal keinginan agar kepemimpinan Jawa Timur bisa berkelanjutan. Meski begitu  Soekarwo menampik jika gelaran wayang tersebut berbau politik.

Lakon pewayangan Kalimataya yang mengisahkan tentang  perjalanan kisah tokoh pewayangan Prabu Puntadewa dalam mendampingi cucunya untuk memimpin sebuah kerajaan. Soekarwo menjelaskan terkait makna lakon wayang kulit yang ditampilkan di kampung halaman Desa Palur Kecamatan Kebonsari yakni proses kepemimpinan sustainability in change atau berkelanjutan.

Disinggung adanya keterkaitan lakon pewayangan dengan sinyal pergerakan roda politik Partai Demokrat di Jawa Timur dalam menghadapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan kepala daerah Soekarwo menampiknya.

Dirinya hanya ingin memberikan pembelajaran bahwa pesan moral dari kisah wayang kulit yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji yakni pemimpin baru jangan menyalahkan pimpinan sebelumnya serta menghargai jasa kepemimpinan sebelumnya.

Soekarwo menambahkan pagelaran wayang ini merupakan budaya yang juga dijadikan sebagai media memberikan pesan moral kepada masayrakat tentang arti makna kehidupan.

Komentar
READ  Kasi Intel : Pengadaan Videotron Sesuai Dokumen Kontrak

Baca Juga

Leave a Comment