6.626 TKI Asal Madiun Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

KAB. MADIUN – Ribuan TKI asal warga kabupaten Madiun terancam tak bisa gunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepada daerah tahun 2018 nanti. Sebab hingga saat ini data dari Dispendukcapil sekitar 600 lebih TKI luar negeri belum melakukan perekaman E-KTP.

Sebanyak 6.626 warga asal kabupaten Madiun hingga saat ini belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), hal ini disebabkan karena mereka belum melakukan perekaman E-KTP dan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat pun kesulitan mendeteksi para TKI tersebut,  mereka pun terancam tak memiliki hak pilih,  jelang pemilihan umum (Pemilu) Pilihan Kepala Daerah kabupaten Madiun yang bakal berlangsung pada tahun 2018 mendatang.

Kepala Bidang kependudukan dispendukcapil kabupaten Madiun Achmad Romadhon mengatakan, pihaknya bakal segera  berkoordinasi dengan Dinas Ketenaga Kerjaan setempat untuk memverifikasi data TKI yang saat ini bvelum melakukan perekaman KTP Elektronik.

Hingga saat ini,  Dispendukcapil gencar melakukan sosialisasi tentang E-KTP ke masyarakat kabupaten Madiun,  terlebih daerah kantong tki, seperti kecamatan dolopo,  geger,  kebonsari,  dan wungu.

Dari data dispendukcapil, data wajib rekam E-KTP sampai dengan September 2017 sebanyak 528.873 orang, sedangkan E-KTP yang sudah tercetak sebanyak 500.000 keping,  data meninggal  (Tidak Lapor) sebanyak 1.534 orang, data warga pindah merantau sebanyak 1.418 orang, data belum perekaman dan  menjadi TKI sebanyak 6.626 orang,  dan sisa belum perekaman sebanyak 588 orang.

Komentar
READ  Ruwatan Suro Diyakini Mampu Hindari Malapetaka

Baca Juga

Leave a Comment