Kadang Panas Kadang Hujan, Kerupuk Bawang Menjadi ‘Puret’

KAB MADIUN – Pengusaha kerupuk di Kab Madiun merasakan bagaimana musim kemarau sangat membantu terutama dalam mempercepat proses pengeringan dengan bantuan sinar matahari. Namun cuaca kali ini yang kadang tidak menentu membuat sejumlah aktifitas produksi terganggu seperti lebih banyak menguras tenaga dan kerupuk hasil pengeringan yang kurang maksimal.

Seperti industri rumahan kerupuk bawang di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Biasanya dalam sehari bisa memproduksi sekitar 150 kilogram jenis kerupuk bawang kering usai mengalami proses pengeringan dibantu dengan sinar matahari.

Selama kemarau tahun ini hasil produski sudah cukup baik. Proses pengeringan pun tergolong cepat karena menbutuhkan waktu tidak sampai sehari. Sementara kali ini cuaca terbilang tidak menentu sehingga mulai mengganggu aktifitas, seperti kerupuk hasil pengeringan menjadi lebih kecil serta proses pengeringan yang memakan waktu satu sampai dua hari lebih lama.

Pelaku usaha kerupuk bawang di Desa Ketawang memasok pengiriman hingga di wilayah luar Madiun dengan harga 37 ribu rupiah per lima kilo. Namun saat cuaca tak menentu seperti ini berakibat pada kualitas krupuk. Meski tidak memengaruhi proses produksi secara signifikan namun dari faktor tenaga pengerjaan kini menjadi dua kali lebih berat.​

Komentar
READ  Janjikan Jadi Pegawai PT KAI, Sri Minta Uang 7 Juta Rupiah

Baca Juga

Leave a Comment