Ruwatan Suro Diyakini Mampu Hindari Malapetaka

KAB MADIUN – Ratusan keluarga dari berbagai daerah mengikuti tradisi ruwatan yang digelar pelawak kondang Kirun. Ruwatan yang biasa digelar setiap tahun di padepokan seni kirun untuk menyucikan diri dari kotoran di dalam hati sehingga terbebas dari segala malapetaka.

Tradisi ruwatan banyak digelar warga ketika bulan Muharam alias Suro  seperti yang berlangsung di padepokan seni milik pelawak Sakirun di Desa Bagi,  Kecamatan Madiun.  Sebanyak 270 keluarga dari beberapa daerah mengikuti kegiatan mulai dari awal hingga akhir.

Para peserta atau sukerta yang mengenakan kain putih memulai ritual dengan sungkem kepada orang tua. Sungkeman ini menggambarkan tanda bakti dan rasa terima kasih anak-anak atas bimbingan orang tua selama ini. Selain itu sebagai permohonan restu untuk menyucikan diri dari kotoran di dalam hati sehingga terbebas dari segala malapetaka.

Usai sungkeman acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit ruwatan oleh dalang sejati Ki Manteb Sudarsono. Wayang ini mengisahkan tentang perjalanan hidup batara kala yang suka memakan anak manusia khususnya sukerta (terkena sial), kemudian  batara kala diruwat untuk tidak menggangu sukerta.

Selain agenda ruwatan warga sekitar yang menyaksikan pun berebut berbagai macam pemberian seperti buah buahan alat pertanian tikar dan kain batik.

Komentar
READ  Terkesan Lemah, Tim Penegak Perda Pilih Tunggu Surat Rekomendasi DLH

Baca Juga

Leave a Comment