Wayang Suluh Kembali Dengan Lebih Modern

PACITAN  – Bagi sebagian masyarakat seni budaya Wayang Suluh masih terdengar asing. Namun, salah satu warisan budaya di negeri ini ternyata sudah ada sejak masa penjajahan. Kini agar bisa dinikmati seluruh kalangan, wayang suluh tampil lebih modern dengan kombinasi peralatan musik kontemporer. Pertunjukannya pun lebih kekinian dengan waktu yang relatif lebih singkat.

Seni budaya Wayang Suluh mulai dilestarikan kembali oleh para pegiat seni di wilayah desa Mentoro, Pacitan. Mereka secara perlahan menghidupkan kembali ruh wayang suluh yang mulai dikenal sejak tahun 1965 . Berbeda di masa penjajahan, konsep wayang suluh kini lebih modern namun tak menghilangkan ciri khas wayang suluh. Beberapa tokoh wayang suluh tetap ditampilkan untuk memberikan penyuluhan pada masyarakat.

Kombinasi musik tradisional dan kontemporer jadi pembeda yang menambah keseruan pertunjukkan wayang suluh.  Terlebih pementasan wayang yang dulu dikenal wayang perjuangan itu bisa lebih singkat tanpa mengurangi poin yang ingin disampaikan pada khalayak umum. Bahkan, wayang suluh kekinian mengangkat tema  sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat sebenarnya.

Inovasi ini semata untuk kembali menggairahkan minat masyarakat terhadap seni budaya wayang yang mulai menurun.

Penampilan baru wayang suluh ini mulai menarik minat para pemuda di Pacitan. Mereka mulai mempelajari dan terlibat dalam pertunjukkan wayang suluh.

Melestarian warisan budaya leluhur menjadi tugas bagi para generasi penerus di negeri ini. Dengan mengusung konsep yang lebih segar , para pelaku seni berharap wayang suluh diterima masyarakat secara luas.

Komentar
READ  Menyusuri Indahnya Wisata Karangnongko

Baca Juga

Leave a Comment