Ide kreatif, Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Unik

MADIUN – Di tangan orang kreatif, limbah kayu jati bisa disulap menjadi miniatur pesawat, kapal, kereta api, hingga motor harley. Bahkan dari kreasi pria asal Madiun tersebut , banyak hasil karya yang terjual hingga ke negara Korea dan Belanda.

Limbah kayu tak selama nya menjadi barang bekas yang dibuang dan digunakan untuk pembakaran dapur. Tangan pria lajang bernama Budianto warga Wonoasri kabupaten Madiun ini boleh dibilang pemuda kreatif. Buktinya, limbah kayu jati yang mestinya untuk dijadikan kayu bakar, oleh budi justru disulap menjadi berbagai miniatur yang bernilai seni.

Awalnya hanya iseng-iseng saat Budi usai pulang sekolah, ia membuat mainan pesawat tempur dari bahan limbah kayu jati yang saat itu ditemukan di sekitar rumahnya. Tak disangka, pesawat buatan Budi dilirik seseorang yang kebetulan lewat di depan rumahnya. Dengan senang hati orang tadi langsung tertarik lalu membelinya.

Sejak saat itulah budi mulai berkarya membuat mainan miniatur pesawat tempur. Bukan hanya itu, seiring berjalannya waktu, budi juga membuat minatur kereta api, motor harley, bus, hingga kapal. Semua dikerjakan seorang diri dengan cermat dan teliti. Untuk menyambung bagian demi bagian pesawat, budi hanya menggunakan lem. Setelah itu digosok hingga halus.

Yayan, salah satu pembeli miniatur pesawat mengaku tertarik dengan pesawat tempur dari limbah kayu jati ini sebab punya keunikan dan sangat cocok dijadikan hiasan ruangan rumahnya.

Menggeluti profesi sebagai pembuat mniatur dari limbah jati sejak 2010 lalu, membuat budi punya banyak relasi dan pembeli. Bahkan Budi sempat mendapat pesanan miniatur kapal dari negeri Belanda. Selain Belanda, miniatur motor Harley dan kapal juga banyak yang dijual hingga ke korea.

READ  Hingga September 2017 Sudah Terjadi 54 Kasus Laka KA

Untuk bahan limbah jati, memang tidak ada kesulitan untuk mencarinya. Pasalnya, di sekitar tempat tinggal budi banyak perusahaan mebel kayu jati sehingga mudah untuk mencari bahannya.

Untuk satu jenis miniatur pesawat tempur, Budi biasa menjual antara 75 ribu hingga 200 ribu rupiah. Sedangkan untuk kapal dan kereta api, harganya bisa mencapai satu juta rupiah. Hasil kreasi Budi sering diikutkan pameran di berbagai kota mulai di Jawa Timur hingga ke Jakarta.

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment