Tradisi Jamasan Pusaka, Lestarikan Peninggalan Nenek Moyang

KAB. NGANJUK – Salah satu desa di Nganjuk mengelar Tradisi Jamasan Pusaka, guna melestarikan peninggalan nenek moyang. Tradisi ditandai dengan dua gadis mengambil air suci, untuk kemudian mengantri jamasan pusakanya.

Tradisi jamasan pusaka atau memandikan sekaligus mensucikan pusaka masih dilakukan oleh warga kabupaten Nganjuk. Salahsatunya di desa balaituri kecamatan prambon kabupaten nganjuk.

Jamasan yang bertempat di rumah Witanto Harjo Winoto Negoro, sesepuh desa setempat, dimulai dengan iring iringan dua gadis membawa tempayan dan bunga.

Iring iringan di ikuti oleh sesepuh desa, sejumlah Abdi Dalem dari Kasunanan Hadinigrat dan sejumlah warga desa, menuju sumber air, guna di ambil untuk mensucikan pusaka.

Air yang sudah diambil diserahkan kepada sesepuh desa sebagai orang yang memimpin upcara jamasan pusaka. Usai air diterima mulailah sesepuh melakukan pembersihan dan pensucian pusaka. Puluhan jenis pusaka di jamasi, diantaranya berbagai jenis keris, dan tombak.

Usai satu persatu pusaka di jamasi, pusaka dikembalikan kepada pemiliknya. Para pelestari budaya ini berharap pemerintah bisa ikut andil untuk memberikan dukungan, dengan menghadiri acara atau memberikan bantuan dana pelaksanaan acara tersebut.

 

Komentar
READ  Kreatif..! Pelepah Pohon Pisang diubah Menjadi Kerajinan

Baca Juga

Leave a Comment