Tarif Parkir Naik, 2 Ribu Untuk Mobil

KOTA MADIUN – Pemerintah Kota Madiun resmi menaikan Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Hal itu setelah adanya persetujuan dari DPRD kota Madiun. Kenaikan tarif parkir antara 50 hingga 100 persen.

Pemerintah kota madiun serta DPRD kota Madiun telah menyetujui perubahan atas PERDA nomor 25 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Artinya, retribusi parkir di kota Madiun mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan tarif parkir berkisar antara 50 hingga 100 persen untuk semua jenis kendaraan.

Tarif parkir truk gandeng, trailer dan kendaraan lain yang sejenis yang semula 5.000 rupiah menjadi 8.000 rupiah. Untuk parkir truk, mobil bus sedang-kecil, dan kendaraan sejenis dari 2.500 rupiah menjadi 4.000 rupiah. Tarif mobil, pick up dari 1000 rupiah menjadi 2000 rupiah. Sementara itu, tarif parkir sepeda motor di kota Madiun dari 500 rupiah menjadi 1000 rupiah.

  1. Untuk parkir Truk Gandeng, Trailer, Mobil Bus Besar, dan kendaraan lain yang sejenis yang semula Rp. 5.000,00 (lima ribu rupiah) menjadi sebesar Rp. 8.000,00 (delapan ribu rupiah) ;
  2. Untuk parkir truk, Mobil Bus Sedang, Mobil Bus Kecil, dan kendaraan lain yang sejenis yang semula Rp. 2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah) menjadi sebesar Rp. 4.000,00 (empat ribu rupiah) ;
  3. Untuk parkir Sedan, Pick Up, dan Kendaraan lain yang sejenis yang semula Rp. 1.000,00 (seribu rupiah) menjadi sebesar Rp. 2.000,00 (dua ribu rupiah) ;
  4. Untuk parkir Sepeda Motor Roda Tiga yang semula Rp. 750,00 (tujuh ratus lima puluh rupiah) menjadi sebesar 1.500,00 (seribu lima ratus rupiah) ;
  5. Untuk parkir Sepeda Motor Roda Dua yang semula Rp. 500,00 (lima ratus rupiah) menjadi sebesar 1.000,00 (seribu rupiah) ;
  6. Untuk parkir Sepeda yang semula Rp. 300,00 (tiga ratus rupiah) menjadi sebesar Rp. 500,00 (lima ratus rupiah).
READ  Marak Wartawan Bodrek, Pemkab Akan Gelar Uji Kompetensi

Walikota Madiun , Sugeng Rismiyanto meminta kepada Dinas Perhubungan kota Madiun selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengurusi parkir untuk serius menangani kenaikan tarif parkir tersebut. Termasuk pengawasan di lapangan agar tidak terjadi pungutan parkir yang diluar ketentuan. Sugeng Rismiyanto tidak ingin ada lagi keluhan tarif parkir dari masyrakat.

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment