Go-Jek Merajalela, Pendapatan Ojek Konvensional Turun Drastis

KOTA MADIUN – Puluhan warga yang berprofesi sebagai tukang becak, tukang ojek, sopir taksi serta sopir angkutan umum di Kota Madiun mengeruduk kantor DPRD Kota Madiun. Aksi spontan ini dilatarbelakangi keberadaan angkutan berbasis aplikasi seperi Go-Jek dan Go-Car di Kota Madiun. Angkutan konvensional ini resah lataran pendapatan mereka menurun.

Perwakilan dari masing-masing angkutan konvensional ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Istono serta perwakilan komisi DPRD Kota Madiun.

“Keberadaan Go-Jek dan Go-Car sangat meresahkan. Kami menuntut aplikasi Go-Jek ditutup di Kota Madiun.” Ujar Sutomo, Sopir Taksi.

Angkutan konvensional ini mengaku pendapatan mereka menurun semenjak keberadaan Go-Jek di Kota Madiun. “Luas Geografis Kota Madiun yang hanya 3 kecamatan dinilai tidak cocok adanya Go-Jek atau sejenisnya.” terang Subagio, Tukang Ojek Terminal Purboyo Madiun.

Sampai berita ini ditulis, Perwakilan Angkutan Konvensional masih menyampaikan aspirasi terkait keberadaan ojek online.

Komentar
READ  Bakar Sampah, Rumah Lansia Nyaris Ludes Terbakar

Baca Juga

Leave a Comment