Tak Ada Solusi Pasti Antara Angkutan Konvensional Vs Go-Jek

KOTA MADIUN- DPRD Kota Madiun belum dapat memberikan solusi kongkrit terkait aduan dari angkutan konvensional di Kota Madiun. Dewan bakal memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas keberadaan Go-Jek. Bahkan juga akan memanggil manajemen Go-Jek Madiun.

Berbagai keluhan angkutan konvensional terkait keberadaan Go-Jek di Kota Madiun ditanggapi serius oleh DPRD Kota Madiun. Keberadaan Go-jek dinilai telah menghambat mata pencarian angkutan konvensional seperti sopir taksi, sopir angkutan umum, tukang ojek pangkalan bahkan tukang becak turut merasakan. Tuntutan pasti yang diminta angkutan konvensional ini yakni Go-jek ditiadakan di Kota Madiun.

Ketua DPRD Istono mengaku belum dapat memberikan solusi pasti terkait permintaan angkutan konvensional tersebut. Pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan OPD terkait. Manajemen Go-jek Madiun pun juga akan dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Sementara itu, Sutomo, sopir taksi, menilai kota madiun sebagai kota kecil dengan hanya 3 kecamatan, keberadaan Go-jek di Kota Madiun dinilai tidak tepat karena telah mempengaruhi pendapatan angkutan konvensional. Untuk itu pihaknya mendesak agar Go-jek tidak ada lagi di Kota Madiun.

Banyaknya masyarakat yang beralih ke Go-jek ditengarai karena tarif yang dibebankan lebih murah daripada angkutan konvensional. Apalagi, Go-jek dapat dipesan melalui aplikasi di smartphone. Meski begitu pemerintah Kota Madiun diharapkan mampu mencarikan solusi agar permasalahan tersebut tidak meruncing.

Komentar
READ  INKA Uji Coba Lokomotif Dan Kereta Penumpang Pesanan Filipina

Baca Juga

Leave a Comment