Anaknya Ditangkap Densus 88, Supriadi : Anak Saya Tidak Pernah Mondok

PONOROGO- Orang tua terduga teroris Hindrasti Wijanarko langsung sok setelah  tahu anak pertamanya ditangkap Tim Densus 88. Hingga sampai saat ini orang tua Hindrasti Wijanarko  tidak yakin jika anaknya terlibat jaringan teroris, sebab tergolong anak penurut dan berbakti pada orang tua.

Supriadi, orangtua terduga teroris Hindrasti Wijanarko warga Desa Balong Kecamatan Balong langsung shok setelah mengetahui anak pertamanya tertangkap Densus 88. Atas penangkapan tesebut ia masih tetap tidak percaya Hindrasti Wijanarko terlibat teroris.

Menurut Supriadi, anak pertamanya ini tidak terlibat teroris sebab hampir setiap hari ia mengetahui aktifitas anaknnya mulai dari bekerja hingga ia beribadah di masjid terdekat. Setiap hari Hindrasti Wijanarko yang mamiliki anak 2 ini bekerja sebagai tukang tower di wilayah Ponorogo ia tidak pernah keluar rumah selain untuk bekerja.

“Saya yakin anak saya tidak terlibat, sehari hari ya biasa seperti warga lainya. Kalau pergi itu paling ya urusan pasang itu lho tower, itu saja. Juga tidak pernah mondok cuma sekolah biasa saja. Saya kawatir ini ada salah prosedur penangkapan, jelas keluarga saya dirugikan,” tegas Supriadi pada media.

Selain itu penangkapan anaknya tersebut dikawatirkan jika penangkapan menyalai prosedur. Ia tidak mamu penangkapan ini dijadikan sebagai kepentingan politik sebab sepengatuannya anaknya  tidak menunjukkan tanda tanda yang tidak wajar layaknya terduga teroris.

Di ketahui, Tim Densus 88 melakukan pengintaian terhadap terduga teroris Hindrasti Wijanarko di rumahnya selama 8 bulan. Selesa siang tim densus 88 langsung menangkap terduga teroris di salah satu swalayan di kecamatan balong dan dibawa ke markas Brimob Madiun.

Komentar
READ  Gunung Sigogor Rumah Paling Pas Untuk Elang Jawa

Baca Juga

Leave a Comment