Uang 25 Juta Berbuntut, Panitia Pilkades Baderan Dipolisikan

NGAWI- Kisruh Pilkades Baderan Geneng Kabupaten Ngawi berujung ke ranah hokum. Panitia Pilkades Baderan dilaporkan ke Polres Ngawi oleh salah satu kandidat calon kepala desa karena diduga telah melakukan korupsi. Langkah hukum ini disinyalir akibat panitia pilkades mencoretnya saat melakukan pendaftaran.

Dikawal aparat keamanan sekitar 70 warga Desa Baderan Kecamatan Geneng bergerombol di kawasan Alun Alun Merdeka Ngawi. Puluhan warga ini merupakan pendukung Suyanto salah satu kandidat calon kepala desa yang tereliminasi saat mendaftar.

Sementara itu di Satreskrim Polres Ngawi tim sukses Suyanto dan pengacaranya melaporkan panitia pilkades baderan karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi. Menindaklanjuti pelaporan Satreskrim Polres Ngawi melakukan pertemuan dengan tim sukses Suyanto secara tertutup.

Pelapor menilai panitia pilkades baderan meminta uang senilai 25 juta rupiah kepada setiap pendaftar calon kepala desa. Tindakan itu dinilai merupakan bentuk pidana korupsi karena  tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Terkait pelaporan tersebut Polres Ngawi bertindak cukup hati-hati dan saat ini masih mengkaji kasus tersebut. Dari 14 desa yang menggelar pilkades serentak  pilkades baderan merupakan salah satu yang mengalami kisruh. Tensi politik di Desa Baderan sudah memanas dalam kurun waktu 2 tahun terakhir mulai dari penyegelan kantor desa hingga pelaporan korupsi kepala desa sebelumnya.

 

 

 

 

Komentar
READ  Cari Ikan, Remaja Sidolaju Hilang Di Bengawan Solo

Baca Juga

Leave a Comment