Eksekusi Lahan Tol Ricuh, Pemilik Terpaksa Dibopong Ramai-Ramai

KAB. NGAWI – Eksekusi tanah untuk pembangunan jalan tol trans jawa di Kabupaten Ngawi berlangsung ricuh. Keluarga pemilik tanah  ngotot bertahan sehingga proses evakuasi berlangsung dramatis, lantaran petugas terpaksa membopong penghuni rumah.

Suasana eksekusi tanah milik Munawar Suradi di Desa Dempel Kecamatan Geneng Ngawi begitu dramatis. Petugas dari pengadilan negeri ngawi membacakan surat keputusan eksekusi lahan seluas sekitar 3.574 meter persegi yang diatasnya berdiri rumah dan masjid.

Setelah pembacaan keputusan petugas berusaha untuk membujuk keluarga besar Munawar Suradi yang bertahan dalam rumah untuk keluar rumah. Sempat terjadi adu mulut sehingga akhirnya petugas mengevakuasi paksa 5 orang penghuni. Meskipun meronta ronta para petugas mengangkat paksa satu persatu penghuni rumah.

Sebagai ganti rugi atas penggusuran tersebut pemerintah telah menyiapkan dana senilai hampir dua milyar rupiah yang saat ini dititipkan di pengadilan negeri. Dana tersebut untuk mengganti tanah dan bangunan 1,5 milyar rupiah dan bangunan masjid senilai sekitar 450 juta rupiah.

Pembebasan lahan jalan tol trans jawa yang melalui kabupaten ngawi merupakan salah satu penghambat percepatan pembangunan jalan tol yang diresmikan Presiden Joko Widodo 2015. Pembangunan jalan tol ruas solo kertosono ini ditargetkan rampung pada tahun 2018.

Komentar
READ  Kekeringan, Belasan Desa Kering Kritis

Baca Juga

Leave a Comment