Pencarian Muhadi, Tim Gabungan Sisir Bengawan Dengan Perahu Karet

KAB. NGAWI – Pencarian Atmat Muhadi remaja asal Ngawi, yang diduga hilang terseret arus sungai Bengawan Solo, terus dilakukan. Basarnas dan instansi terkait serta relawan mengerahkan tiga perahu karet menyisir sungai untuk menemukan korban. Selain itu, tim gabungan mendirikan tiga pos di sepanjang sungai terpanjang di pulau jawa tersebut.

Melakukan pencarian Atmat Muhadi, tim gabungan yang dipimpin Basarnas, mengerahkan perahu karet dari posko jembatan Ngancar kecamatan Pitu kabupaten Ngawi. Menggunakan perahu karet. Para relawan melakukan penyisiran di sepanjang sungai Bengawan Solo.

Pencarian di komando dari posko utama, yang didirikan di desa Sidolaju kecamatan Widodaren Ngawi lokasi dan alamat korban hilang. Anak kedua pasangan Samuji dan Samini diduga terseret arus sungai, setelah mencari ikan bersama orang tuanya. Warga juga ikut membantu melakukan pencarian dengan memantau bibir sungai didekat tempat tinggalnya.

Gagal melakukan pencarian, pemerintah desa Sidolaju kemudian meminta bantuan instansi terkait. Pencarian dengan 3 perahu karet, terkendala debit air tinggi, arus deras, dan banyaknya sampah yang hanyut di sungai Bengawan Solo. Puluhan relawan, juga dikerahkan, untuk memantau dan menyisir sungai Bengawan Solo melalui jalur darat.

Untuk memudahkan koordinasi, saat melakukan pencarian, tim gabungan membentuk tiga posko, yaitu posko utama di desa Sidolaju kecamatan Widodaren, posko jembatan Ngancar kecamatan Pitu, dan posko Ngawi purba kota Ngawi.,

Komentar
READ  Inilah Pengakuan Si Golok Maut Setelah Tertangkap

Baca Juga

Leave a Comment