Diduga Malpraktek, RSUD Ponorogo Disomasi

KAB. PONOROGO – Diduga terjadi mal praktik kepada pasien, RSUD Dr. Harjono Ponorogo disomasi. Bahkan selain melakukan somasi, pasien korban dugaan mal praktik tersebut, berencana melaporkan kepada polisi dan juga IDI.

Pada pertengahan bulan Desember tahun 2016, seorang pasien asal kabupaten Ponorogo, di vonis positif terkena HIV, oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr . Harjono Ponorogo. Bahkan pasien yang dalam keadaan hamil tiga bulan tersebut, langsung di minta untuk meminum obat untuk penderita HIV.

Awalnya pasien YN, berniat ingin memeriksakan kondisi kehamilan sekaligus cek darah. Namun korban atau pasien diminta untuk pemeriksaan HIV/AIDS. Kemudian setelah pihak pasien meminta hasilnya, dokter yang menangani, menyatakan korban positif terkena HIV.

Selama kurang lebih enam bulan, korban atau pasien diminta untuk meminum obat, yang diberikan pihak rumah sakit. Meski sudah di vonis positif HIV, namun korban tidak serta merta percaya. Kemudian korban memeriksakan kembali kondisi nya ke beberpa rumah sakit salah satunya rumah sakit Dr.Sarjito Yogjakarta dan hasilnya negatif.

Akibat vonis yang dilakukan oleh empat dokter di RSUD Ponorogo tersebut, korban mengalami beban Psikologis, serta mental yang cukup berat, selama berbulan-bulan. Dimana lingkungan tempat korban tinggal sudah mengetahui akan hal ini, sehingga membuat korban dan keluarga di kucilkan dari lingkungan.

Setelah mendapatkan perlakukan tersebut, serta dugaan Diagnosa oleh RSUD Ponorogo, kemudian korban langsung melayangkan somasi ke RSUD Dr. Harjono Ponorogo.

Sementara itu Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo, I Made Jeren membantah, pihaknya telah melakukan kesalahan diagnosa dan mal praktik. Pihaknya bersikukuh jika apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur serta diagnosanya adalah benar.

Melalui penasehat hukumnya korban, akan melaporkan hal ini ke polisi, setelah somasi untuk kali kedua tidak ditanggapi oleh pihak RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Selain ke polisi korban juga mengadukan ke majelis kode etik kedokteran atas dugaan mal praktik tersebut.

3,718 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Komentar
READ  Polisi Lakukan Otopsi Pengemudi Ojek Online Yang Tewas Dikroyok

Baca Juga

Leave a Comment