Sulap Sampah Kulit Jadi Tali Caping Bernilai Rupiah

KAB. MAGETAN – Jika biasanya lembaran kulit sisa penyamakan hanya dibuang begitu saja, akan tetapi di tangan perempuan asal Magetan ini, bisa disulap jadi rupiah. Potongan kulit sisa yang biasanya dibuang itu dijadikan tali caping yang bernilai rupiah.

Beginilah kegiatan rutin Suyati, 47 tahun warga desa Ringinagung kecamatan Magetan kabupaten Magetan. Dengan membawa karung ia memunguti sampah potongan kulit sisa pengolahan di tempat penyamakan kulit yang tidak jauh dari rumahnya.

Lembaran kulit bekas berukuran kecil yang sudah tidak digunakan oleh pemiliknya, dikumpulkan oleh ibu tiga anak ini.

Di teras rumahnya, yang berada di dukuh jawar desa Ringinagung, lembaran kulit bekas ini kemudian dipotong lagi untuk dijadikan tali caping, atau biasa disebut dengan istilah Klante. Ide membuat tali caping dengan memanfaatkan kulit bekas yang sudah tidak terpakai ini, karena ia merasa prihatin saat melihat bekas kulit itu dibuang begitu saja.

Pembuatan tali caping ini sudah dijalaninya selama 20 tahun lebih. Dalam sehari ia bisa menghasilkan satu hingga 2 kodi tali caping. Untuk penjualannya, Suyati biasanya memiliki pelanggan perajin caping di desanya.

Untuk harganya, bervariasi tergantung dari bahannya. Mulai dari 3 ribu hingga 5 ribu rupiah setiap satu Kodi Klante.

Pemilik penyamakan kulit di kawasan indsutri kulit ini, merasa beruntung karena bekas potongan kulit itu diambil dan dimanfaatkan oleh warga sekitar. Sehingga bisa mengurangi dampak lingkungan akibat sampah kulit.

Komentar
READ  HET Beras Dianggap Membebani Pedagang

Baca Juga

Leave a Comment