Berapa Jumlah Media Abal Abal ? Hanya Tuhan Yang Tahu

SURABAYA – Ada catatan menarik ketika redaksi JTV Biro Madiun mendapat undangan resmi dari Dewan Pers untuk mengikuti agenda pelatihan khusus media tv lokal. Salah satu anggota dewan pers sempat mengupas bagaimana kondisi media abal abal saat ini.

“Kalau saya ditanya berapa jumlah resmi media abal abal yg ada di negeri ini, saya jawab karena jumlahnya sangat banyak maka hanya tuhan yang tahu,” terang Imam Wahyudi salah satu anggota dewan pers, saat menjadi pembicara pelatihan TV lokal, Kamis (30/11). Tak pelak jawaban ini disambut gerr para peserta pelatihan.

Dijelaskan Imam, fenomena media abal abal memang tidak bisa dibendung seiring lahirnya UU No.40 tahun 1999 tentang Pers. Mereka berlindung dibalik regulasi itu. Bahkan publik pun dibuat resah dengan peredaran media ini.

Nah kemudian muncul pertanyaan apakah kelompok mereka ini jelas insan pers ?. Eits tunggu dulu ! Kalau disebut media bolehlah. Namun bukan Pers. Kok bisa ? “Yang bisa dimasukkan menjadi insan pers itu jelas melakukan kode etik jurnalistik. Nah ini yang menjadi pembedanya,” tegas Imam.

Mantan jurnalis salah satu TV nasional itu menyebut pernah suatu ketika redaksi abal abal nekad pingin diverifikasi dewan pers. Pingin tahu apa yang terjadi kemudian ? “Saya tanya anda pemred media to berapa jumlah pasal kode etik jurnalistik, 40 atau 50…eh dijawab 40, jelas saya tertawa” ungkap Imam sambil menjelaskan ada 11 pasal kode etik jurnalistik.

Dari situ saja, lanjutnya, sudah bisa ditebak media itu jelas bukan pers. Karena ketika tidak tahu jumlah pasal kode etik jurnalistik bagaimana mungkin bisa paham isi pasal pasal kode etik bahkan tidak mungkin menerapkan di redaksionalnya.

READ  Protes Tugu Demokrasi DPRD Mirip Lambang Freemasonry

“Maka dari itulah mari kita yang sudah paham soal pers ini semakin menguatkan diri dengan produk produk tayangan sesuai kaidah jurnalistik agar posisi tawar kita tidak lenyap ditelan media abal abal,” pungkas Imam Wahyudi.

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment