Aborsi Dibayar 2,5 Juta, Setiap 2 Jam Tubuh Korban Disuntik Oksitosin

Suryanto, 40 tahun, warga Kelurahan Sampung Kecamatan Kawedanan Magetan yang menjadi buronan polisi karena terlibat kasus aborsi terhadap Fitri Zhuliani, 23 tahun, asal Sukorejo Ponorogo.

MAGETAN– Berakhir sudah pelarian Suryanto, 40 tahun, warga Kelurahan Sampung Kecamatan Kawedanan Magetan yang menjadi buronan polisi karena terlibat kasus aborsi terhadap Fitri Zhuliani, 23 tahun, asal Sukorejo Ponorogo. Lalu apa saja pengakuan tersangka utama ini kepada penyidik ?

Diluar dugaan ternyata tersangka Suryanto mengaku sudah pernah melakukan praktik aborsi. Bahkan praktek terlarang itu sudah dilakukanya sebanyak tiga kali. Namun baru yang ketiga ini justru gagal total dan berujung korban Fitri meninggal dunia. Diduga korban meninggal karena kekurangan cairan dan kehilangan banyak darah.

Tersangka kepada petugas mengakui jika telah melakukan aborsi dengan cara memberi obat oksitosin yang disuntikkan ke tubuh korban. Obat itu untuk mempercepat proses persalinan sengaja dibeli dari apotek. Sedangkan untuk setiap aborsi ia mendapatkan imbalan sebesar 2,5 juta rupiah.

“Jadi tersangka ini sebagai peran utama perkara aborsi dengan cara setiap dua jam sekali  menyuntikkan obat tadi ke tubuh korban,” terang AKP Suyatni, Kasubbag Humas Polres Magetan saat jumpa pers. Dijelaskan, begitu kasusnya mencuat tersangka melarikan diri.

Satreskrim Polres Magetan akhirnya berhasil menangkap Suryanto pelaku utama aborsi yang menyebabkan korban Fitri Zhuliani tewas. Tersangka ditangkap di kawasan masjid Ampel di Surabaya. Tim resmob Polres Magetan bergerak cepat berhasil menangkap pria pecatan perawat Puskesmas Bendo Magetan itu.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 194 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Komentar
READ  Polsek Magetan Amankan Airsoft Gun Pengunjung Cafe

Baca Juga

Leave a Comment