Pengemudi Bentor : Pak Bupati Gimana Ini Bentor Saya Mau Digergaji

PONOROGO- Belum mendapat kejelasan akan nasibnya ratusan pengemudi bentor Ponorogo kembali mendatangi Pemkab Ponorogo untuk menemui Bupati Ipong. Bahkan mereka mengancam akan tidur di Pemkab dan membakar bentor sebelum tuntutannya dipenuhi.

Ratusan pengemudi becak montor kembali mendatangi kantor Pemkab Ponorogo. Mereka menagih janji bupati atas kejelasan nasib mereka untuk diperbolehkan beroperasi atau tidak. Kekecewaan pengemudi bentor ini semakin bertambah karena bentor yang sebelumnya ditahan belum juga dapat diambil.

Awalnya para pengemudi bentor ini datang hanya akan bertemu Bupati Ponorogo, namun karena bupati sedang tidak berada di tempat membuat situasi semakin memanas. Bahkan beberapa pengemudi terus berteriak-teriak mengancam jika tuntutan mereka tidak dipenuhi  akan membakar bentornya.

Salah satu pengemudi bentor Pardan mengaku saat ini pihaknya dalam posisi terjepit. Satu sisi bingung karena jika nekad beroperasi maka akan berhadapan dengan Satlantas Polres Ponorogo. Namun jika tidak beroperasi dia tidak bisa memenuhi nafkah keluarganya. Padahal untuk memenuhi kebutuhan makan saja, yang bisa diharapkan cuma mengemudi bentor.

“Kita ini ibarat ‘dipateni’ yo ra popo (dimatikan juga tidak apa apa). Tapi ya itu tadi keluarga kami yang menunggu di rumah ya mohon dikasihani,” ujar Pardan di sela-sela aksi demo, Rabu ( 13/12/2017).

Di tempat yang sama, Ketua Paguyupan bentor Ponorogo, Sunarso, menjelaskan, para pengemudi bentor ingin menagih janji dan mengadu kepada Bupati Ponorogo karena hingga saat ini belum ada kejelasan apakah bentor diperbolehkan beroperasi atau tidak. “ Situasi tambah sulit karena bentor kami ditahan seminggu, kena denda lagi dan yang bikin hati ini nelongso kok ya mau dipotongi. Ini kan sama saja membunuh kami,” ungkap Sunarso.

READ  Gunung Sigogor Rumah Paling Pas Untuk Elang Jawa

Ditambahkan Sunarso, sejak polemik bentor memanas di bumi reog, pihaknya hanya bisa pasrah dan mengadukan ke Bupati Ipong. Sebab itulah dia bersama rekan rekanya tetap nekad ingin menemui bupati untuk meminta solusi agar nasib mereka tidak semakin sengsara.

 

Komentar

Baca Juga

Leave a Comment