Anak Korban Mengaku Tiga Minggu Tidak Berkomunikasi

KAB MADIUN- Kematian Sulasi ( 53 ) dengan tidak wajar memang menyisakan tanda Tanya. Polisi terus berusaha mencari motif dugaan pembunuhan atas kasus ini. Untuk mencari siapa dibalik kasus tersebut polisi memeriksa  dan meminta keterangan sejumlah saksi dari pihak keluarga korban.

Sejumlah saksi diperiksa di kantor unit Reskrim Polres Madiun. Empat saksi dihadirkan untuk proses penyelidikan lebih lanjut atas kasus dugaan pembunuhan Sulasi warga Desa Jambe Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Empat saksi yang dihadirkan dari pihak keluarga terdiri dari kakak, keponakan korban, dan  termasuk anak korban tunggal bernama Satomi Hagen.

Ke empat saksi diperiksa secara bergantian di ruang unit Pidum Satreskrim Polres Madiun. Pemeriksaan dilakukan lebih dari 5 jam. Mereka ditanya terkait aktifitas sehari hari korban dan sejauh mana komunikasi saksi dengan korban Sulasi.

Anak korban Satomi Hagen tak bisa berkata banyak kepada awak media sat usai menjalani pemeriksaan dirinya mengaku sudah lebih dari 3 pekan tidak berkomunikasi dengan ibunya sebab keduanya tidak tinggal dalam satu rumah. Satomi juga mengakui dirinya sempat cek cok dengan ibunya beberapa bulan lalu karena marah tidak diberi uang.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Ngadiman menjelaskan dari keterangan empat saksi ini nantinya akan dikembangkan lagi untuk mengungkap siapa pelaku dugaan pembunuhan Sulasi. Polisi sempat mengalami kesulitan saat memeriksa saksi saksi. Dari keempat saksi mereka semuanya tidak terlalu akrab dengan korban.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi bakal melakukan otopsi tubuh korban dirumah sakit umum Soedono Madiun. Sebelumnya dari hasil visum awal ditemukan luka luka pada bagian tangan pundak dan muka korban.

Komentar
READ  2 Pejabat DLH Kab Madiun Divonis 2 Tahun

Baca Juga

Leave a Comment