Istono Mengaku Kecewa Hasil Rekom DPP Demokrat

KOTA MADIUN- Suasana politik di tubuh DPC Partai Demokrat Kota Madiun kini bergolak. Sebagai pemilik kursi terbanyak di parlemen, Demokrat malah tidak memberangkatkan sendiri kadernya dalam pilkada 2018. Apalagi Armaya digadang gadang sebagai trah penerus Jalan Jawa malah tersingkir. Akibatnya sekretaris DPC Demokrat Kota Madiun itu dengan tegas dan berapi api memilih mundur dari kader partai.

Tak ada nama kader Partai Demokrat yang akan maju dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Madiun tahun 2018 ini. Rekomendasi DPP Partai Demokrat turun kepada pasangan Maidi – Inda Raya yang notabennya dari birokrasi serta politisi PDI Perjuangan. Padahal, Partai Demokrat memiliki 7 kursi parlemen yang bisa memberangkatkan pasangan calon sendiri.

Ketua DPC Demokrat Kota Madiun, Istono tidak menampik jika ada kecewa cukup berat yang diterima kader serta simpatisan atas keluarnya rekomendasi DPP partai berlambang mercy tersebut. DPC Partai Demokrat sudah berupaya menyurati langsung DPP untuk mengusung Armaya sebagai bakal calon Walikota Madiun. Meski tidak membuahkan hasil pihaknya tetap menghormati keputusan DPP tersebut.

“Kalau ditanya kecewa apa tidak, jujur saya kecewa apalagi dukungan dari tingkat ranting ingin agar Armaya maju sebagai bakal Walikota. Namun kami tetap menghormati keputusan DPP ” tegas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun, Istono, Kamis ( 11/01/2018) di gedung DPRD Kota Madiun.

Di ketahui, Demokrat ikut mengusung pasangan Maidi – Inda Raya dalam pilkada 2018 ini bersama PDI Perjuangan, PKB, PAN serta PPP. Hal ini cukup mengejutkan karena Partai Demokrat serta PDI Perjuangan selalu menjadi rival dalam gelaran 2 pilkada sebelumnya.

 

Komentar
READ  Bersama Inda Raya, Maidi Resmi Naik Banteng Moncong Putih

Baca Juga

Leave a Comment