Kecanduan Sabu-Sabu, Sopir Truk Ekspedisi Ditangkap Polisi

Ngawi – Kecanduan sabu-sabu, sopir truk ekspedisi asal Kabupaten Bojonegoro ditangkap Satresnarkoba Polres Ngawi. Tersangka melakukan transaksi barang terlarang di kota Surabaya dan disergap saat turun dari bus di kota Ngawi. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti sabu-sabu 0,42 gram. Tersangka berdalih  menggunakan metamin karena untuk meningkatkan stamina saat mengemudikan truk.

Aris lelaki berumur 25 tahun asal Desa Tambakrejo kecamatan Tamabakrejo kabupaten Bojonegoro kini diamankan di Polres Ngawi. Sebelumnya pelaku disergap anggota Satresnarkoba Polres Ngawi setelah turun dari bus di depan Gedung Olahraga Bung Hatta Kota Ngawi. Saat digeledah petugas menemukan satu paket sabu-sabu dalam plastik yang disembunyikan dalam saku celana kanannya. Selain sabu-sabu petugas mengamankan uang tunai, telepon pintar dan sebungkus rokok.

Dari pengakuan tersangka kepada petugas, Metamin seberat 0,42 gram tersebut didapatkan dari seorang pengedar di kota Surabaya. Nilai transaksi untuk membeli barang terlarang sekitar 600 ribu rupiah, Aris diketahui telah menggunakan sabu-sabu selama dua tahun terakhir untuk meningkatkan stamina agar tidak gampang mengantuk, terutama saat bekerja mengemudikan truk di perusahaan ekspedisi. Untuk mengelabui pemeriksaan petugas, paket sabu-sabu dalam plastik dibungkus kembali dengan uang lembaran dua ribu rupiah.

Mengembangkan kasus tersebut petugas menyelidiki indikasi penjualan kembali sabu-sabu tersebut oleh tersangka. Para pengguna sabu-sabu dengan kemampuan ekonomi standart biasanya juga menyambi sebagai pengedar. Selain mengambil sebagian sabu-sabu untuk memenuhi rasa kecanduan dari penjualan setiap paket hemat, bisa mendapatkan keuntungan sebesar 200 ribu rupiah. Sementara itu petugas kesulitan memburu penjual sabu-sabu karena menggunakan sistem ranjau untuk mempersulit pelacakan.

Untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, Aris kini mendekam dalam sel tahanan Polres Ngawi. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 junto  pasal 112 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Komentar
READ  Satgas Tumpas Miras Gagalkan Pengiriman Minol Melalui Bus

Baca Juga

Leave a Comment