Dari Atas Kursi Roda, Wayang Kardus Mini Mendunia

KOTA MADIUN- Keterbatasan tidak menjadikan penghalang bagi Herlin Susilowati untuk berkarya. Darah seni yang diturunkan dari orang tuanya, membuatnya mampu menciptakan karya berupa wayang mini. Bahkan, hasil kerja kerasnya sejak tahun 2000 telah mendunia.

Hasil tidak akan mengkhianati ketekunan. Itulah yang dilakukan Herlin Susilowati selama 17 tahun terakhir ini. Wanita 37 tahun itu dengan tekun membuat wayang mini dari media kardus. Keahlian membuat wayang ini turun dari sang ayah Sujito yang menjadi perajin wayang kulit. Disisi lain, wayang kardus mini awalnya hanya untuk hiburan membangkitkan semangat hidupnya.

Sejak kecil Herlin harus hidup di atas kursi roda karena mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Setelah 17 tahun, kerja kerasnya kini telah membuahkan hasil. Wayang mini buatannya telah merambah ke berbagai negara seperti Amerika, China maupun Korea yang dibawa oleh petukaran pelajar sebagai kenang-kenangan.

Dalam satu hari, Herlin yang tinggal di jalan Imam Bonjol Gang Jatijajar No 2 Kota Madiun ini mampu memproduksi sendiri sekitar 20 hingga 25 wayang mini dari kardus dengan ukuran tujuh sentimeter hingga 12cm. Kecintaannya terhadap wayang sebagai langkah melestarikan seni wayang yang tidak harus dibuat dari bahan kulit. Apalagi harga kulit saat ini kian mahal.

Dwi Lestari, salah satu pembeli mengaku tertarik dengan wayang mini ini, dinilai bisa menjadi media pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal kesenian wayang. Selain itu harga per wayang juga cukup terjangkau antara 5.000 rupiah hingga 15.000 rupiah.

Kini, Herlin sering mengikuti berbagai bazar maupun pameran berbagai kota seperti Jakarta Surabaya, Bandung serta Manado. Selain itu, usaha wayang mini di sanggar wayang karya budaya ini juga aktif dalam mengikuti kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Madiun.

Komentar
READ  Rusdiyanto Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Madiun

Baca Juga

Leave a Comment