Akademisi Ikut Mengkaji Perubahan Dapil Pileg 2019

Ngawi – Wacana perubahan daerah pemilihan di Kabupaten Ngawi, untuk Pemilu Legislatif 2019,  semakin menguat. Membahas 4 pilihan perubahan Dapil, KPU Kabupaten Ngawi, mengundang para Akademisi dari sejumlah Perguruan Tinggi dan Tokoh Masyarakat, untuk melakukan kajian ilmiah.

Para dosen dari sejumlah Perguruan Tinggi dan Tokoh Masyarakat, diundang KPU Kabupaten Ngawi, untuk membahas naskah Akademik perubahan Daerah pemilihan pada Pemilu Legislatif 2019, untuk memilih anggota DPRD setempat. Sejumlah Perguruan Tinggi yang dilibatkan diantaranya, STIKIP Ngawi, IAI Ngawi, Universitas Bojonegoro, Universitas Soerjo Ngawi, dan STITI Ngawi.

Perubahan Daerah pemilihan Pileg 2019 di Kabupaten Ngawi, mengacu data agregat kependudukan per Kecamatan, yaitu sebanyak 899.495 orang.  Dengan jumlah kursi sebanyak 45, bilangan pembagi pemilih atau hitungan kuota suara per kursi di DPRD Ngawi pada Pileg 2019, sekitar 19.988 suara. Konsep penataan Dapil lama banyak dikritik, karena dinilai kurang proporsional, dalam pembagian kursi, dengan kondisi saat ini.

Ada 4 pilihan perubahan Dapil, yang saat ini dikaji secara  Ilmiah, oleh para Akademisi, dengan pendekatan 7 prinsip penataan Dapil. Usulan tersebut, merupakan aspirasi dari berbagai Partai Politik. Jumlahnya tetap sebanyak 6 Dapil, hanya komposisi kursinya serta Kecamatan, yang diusulkan berubah.

Usulan perubahan Dapil, akan dilakukan Uji Publik mulai tanggal 7-13 februari. Dari 4 usulan, nantinya akan diambil 3 pilihan, untuk  diajukan kepada KPU Pusat.

Pada Pemilu legislatif 2019, akan jadi ajang pertarungan Partai Politik, memperebutkan 45 kursi di DPRD Kabupaten Ngawi. Perubahan Dapil bisa menjadi peluang bagi Caleg baru, tetapi bisa beresiko terhadap eksistensi Anggota Legislatif lama.

 

Komentar
READ  Dramatis, Evakuasi 2 Awak Truk Pakai Alat Pemotong Besi

Baca Juga

Leave a Comment