Makam Pemuda Tewas Terikat Akhirnya Dibongkar Polisi

PONOROGO- Jajaran Polres Ponorogo bersama tim DVI RS Bayangkara Kediri terpaksa membongkar makam Mulyono, karena keluarga meminta agar jasad korban diotopsi agar kematian yang tidak wajar bisa dibongkar penyebabnya. Akibatnya puluhan petugas dari Inavis Polres Ponorogo dan DVI RS Bayangkara Kediri mendatangi makam umum yang ada di Desa Bedi Wetan Kecamatan Bungkal Ponorogo.

Polisi membongkar makam Muyono korban tewas yang diduga dianiaya hari Sabtu malam lalu. Pembongkaran makam pemuda 35 tahun  ini karena adanya permintaan dari keluarga korban untuk dilakukan otopsi. Keluarga tidak terima dengan kematian korban yang diduga kematiannya tidak wajar, yakni dalam kondisi tangan kaki diikat di belakang serta diduga korban sempat dianiaya.

Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi mengatakan pembongkaran makam ini memang sengaja dilakukan karena adanya permintaan dari keluarga korban. Termasuk otopsi ini juga untuk memastikan penyebab kematian korban. Sementara sampai saat ini polisi sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga dan orang tua korban yang memang saat itu berada dilokasi.

Seperti di ketahui, Sabtu (03/02/2018) Mulyono diketahui tewas di halaman rumah Marlohi warga Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal dengan kondisi tangan dan kaki terikat dibelakang. Sebelum meninggal korban memang sempat merusak pintu rumah milik Marlohi untuk menemui anaknya. Karena mengamuk korban akhirnya dilumpuhkan warga sekitar. Naas, saat ayah korban pulang mengambil mobil untuk mengevakuasi, Mulyono sudah tergeletak ditepi jalan dalam kondisi tak bernyawa.

 

Komentar
READ  Pawai Budaya, Adu Kreasi Seni Dari Limbah Sampah

Baca Juga

Leave a Comment