Siswi SD Meninggal Dunia Setelah Divaksin Difteri

Ngawi – Seorang siswi Sekolah Dasar di Kabupaten Ngawi meninggal dunia pasca di suntik Vaksin Difteri di sekolahnya. Awalnya korban mengalami gejala pusing dan demam tinggi itu di larikan ke puskesmas terdekat. Siswi kelas satu itu akhirnya tewas sesaat setelah di rujuk di Rumah Sakit Widodo Ngawi.

Di Sekolah Dasar atau SD Negeri Tawun 2 kecamatan Kasreman kabupaten Ngawi, alhaz Celsia Rua, 7 tahun warga setempat mengenyam pendidikan. Sebagaiman siswa siswi sekolah lainnya ia juga di suntik vaksin difteri bersama 242 siswa siswi teman satu sekolah pada 27 februari 2018 lalu.

Pasca disuntik Vaksin Difteri, korban mengalami pusing. Oleh ibu korban yang saat itu mendampinginya langsung di bawa pulang. Sesampainya di rumah korban gejala pusing dan demam tinggi yang di derita oleh korban tak kunjung sembuh.

Hingga keesokan harinya korban terpaksa di bawa ke Puskesmas Kasreman. Pihak puskesmas menyarankan korban diruju ke Rumah Sakit Widodo Ngawi. Namun naas,  anak ke 2 dari 3 orang bersaudara pasangan Naryadi dan Sumami ini menghembuskan nafas terakhir. Sesaat setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Widodo Ngawi. Keluarga korban menyatakan anak perempuannya tidak pernah mempunyai riwayat sakit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang saat itu mendatangi rumah korban membantah korban tewas akibat imunisasi difteri. Korban di duga tewas akibat terserang radang otak. Apalagi melihat banyaknya anak yang sudah di vaksin difteri sebelumnya, mereka rata-rata hanya mengalami panas biasa.

 

Komentar
READ  Karena “DIANG” Rumah dan 5 Ekor Hewan Ternak Terbakar

Baca Juga

Leave a Comment