Tahun Politik, Kapolda Jatim Imbau Tradisi Suran Dan Suran Agung Ditiadakan

MADIUN – Memasuki tahun politik 2018 ini, Kapolda Jatim langsung memberikan imbauan kepada seluruh elemen perguruan silat dimadiun. Dalam kunjunganya kemarin, Irjen Pol Machfud Arifin menghimbau agar pelaksanaan tradisi pencak silat yang menjadi atensi nasional yakni Suran dan Suran Agung ditiadakan.

Meskipun nantinya ada, Kapolda berharap kegiatan Suran  dan Suran Agung ditunda tahun depan pasca Pileg dan Pilpres 2019. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan himbauan tersebut sebagai upaya mengantisipasi potensi gesekan antara perguruan silat. Kalaupun ada Kapolda meminta kegiatan Suran dan Suran Agung dilakukan dengan tertib aman dan kondusif .

Sementara itu Ketua Umum Persaudaran Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, R Moerdjoko mengatakan, kegiatan Suran maupun Suran Agung tidak mungkin ditiadakan karena merupakan ritual yang menjadi tradisi tahunan. Karena itu kegiatan tersebut tahun ini tetap dilaksanakan, walaupun dengan skala kecil atau tidak melibatkan massa (Pesilat) dalam jumlah banyak

Ketua Umum Persaudaran Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, R Moerdjoko, kegiatan Suro maupun Suran Agung tidak mungkin ditiadakan karena merupakan ritual yang menjadi tradisi tahunan.

Diketahui tanggal 1 Suro akan jatuh pada tanggal 11 September sedangkan kegiatan Suran Agung biasanya dilaksanakan sepuluh hari setelah itu.

Komentar
READ  2 Anggota DPRD Turut Dipanggil Panwaslu

Baca Juga

Leave a Comment