PGRI Sayangkan Saksi Bisu Terciptanya Hymne Guru Dijual

Kota Madiun – Jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia merasa iba dengan kondisi keluarga almarhum Sartono. Paska meninggal nya pencipta Lagu Hymne Guru tersebut kini istrinya kebingungan mencari tempat tinggal lantaran rumah peniggalan orang tua almarhum Sartono akan dijual oleh pihak keluarga salah satu pahlawan pendidikan tersebut.

Paska beradarnya informasi terkait akan dijualnya rumah tinggal almarhum Sartono warga Kota Madiun kian anter terdengar di telinga sejumlah pihak. Salah satunya kalangan persatuan Guru Republik Indonesia Kota Madiun yang menyayangkan akan djualnya rumah bersejarah tersebut.

Sementara Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Kota Madiun mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar rumah ini tidak dijual ke orang lain. Dirinya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Madiun dan Kementerian Pendidikan. Dimana dalam koordinasi dipastikan jika rumah ini akan dibeli dan dijadikan aset pendidikan.

Rumah bersejarah yang berada di jalan Halmahera no 98 Kelurahan Oro-Oroombo/ Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun ini merupakan saksi bisu terciptanya Lagu Hymne Guru yang dibuat oleh almarhum Sartono. Lagu Hymne Guru sampai saat ini terus didengungkan oleh setiap insan pendidikan.

Jika nanti memang rumah itu dijual oleh keluarga Sartono, maka sang istri Ignatia Damijati tidak tahu akan tinggal dimana. Lantara selama menikah dengan Sartono keduanya tidak dikaruniai anak dan wanita lansia 70 tahun yang saat ini masih aktif menulis naskah ketoprak tak memiliki hak atas rumah tersebut.

Komentar
READ  Bau Sampah DLH Rugikan Negara Sekitar 450 Juta

Baca Juga

Leave a Comment