Janda Hidup Di Rumah Tak Layak Huni

NGANJUK  – Kondisi miris ini telah lama dirasakan oleh ibu Tuki Astutik, karena apabila terjadi musim hujan, air masuk kedalam rumah dikarenakan genteng bocor, dan tak jarang keluar rumah karena takut bila rumahnya roboh. Selain itu ibu Tuki Astutik harus menahan dingin, sebab apabila di luar rumah sedang bercuaca dingin dan angin, maka angin masuk melalui selah-selah dinding yang terbuat dari anyaman bambu.

Sementara itu untuk mecukupi kebutuhan makan sehari-hari ibu Tuki Astutik harus berhemat karena hasil upah yang diterima anaknya hanya sebesar 200 ribu sehingga upah tersebut dibagi separuh kepada ibu Tuki Astutik untuk bertahan hidup selama 1 minggu. Kondisi ini diperparah dengan bantuan beras yang belum ibu Tuki Astutik terima selama 1 bulan.

Sementara itu ibu Tuki Astutik berharap agar diperhatikan oleh pemerintah, sebab kondisi rumahnya yang memperihatinkan tidak punya biasa untuk melakukan pembangunan, sedangkan pekerjaan ibu Astutik sebagai bururuh cuci baju tidak selalu ada.

Komentar
READ  Tradisi Jamasan Pusaka, Lestarikan Peninggalan Nenek Moyang

Baca Juga

Leave a Comment