Inflasi Kota Madiun Pada Bulan Juni 0.22 Persen

MADIUN – Sejumlah komoditi yang dominan menyumbang inflasi diantaranya adanya kenaikan harga pada angkutan antar kota, kelapa, sate, tarif kereta api, daging sapi dan emas perhiasan. Sementara komoditi penekan inflasi, yakni menurunnya harga daging ayam ras, bawang putih, bawang merah, semangka dan pepaya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Umar Sjaifudin mengatakan dua momen keagamaan yakni ramadhan di bulan Mei dan Idul Fitri di awal Juni dapat mempengaruhi inflasi. Sebab, di bulan tersebut kebutuhan masyarakat terhadap barang dan jasa, terutama permintaan bahan makanan cukup tinggi. Bahkan, pada Mei lalu, inflasi Kota Madiun menembus angka 0,61 persen. Sementara inflasi Kota Madiun pada Juni 2019, diklaim masih terkendali.

Berdasarkan data di BPS,dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim, 6 kota mengalami inflasi. Tertinggi terjadi di Probolinggo sebesar 0,48 persen, disusul Banyuwangi 0,36 persen,Madiun 0,22 persen,Surabaya 0,21 persen, Sumenep 0,10 persen dan Kediri 0,08 persen, sedangkan dua kota mengalami deflasi yakni Jember 0,16 persen dan Malang 0,17 persen.

Komentar
READ  Dishub Lakukan Uji Coba Bus Sekolah Gratis

Baca Juga

Leave a Comment